by Azhar Nurun Ala
Berhenti di sana. Jangan lagi kamu
berjalan meski pelan-pelan. Aku takut ketika kamu jatuh, tanganku belum
siap di sana untuk menangkapmu. Jadi tunggu dulu.
Tunggu. Sampai mulutku tidak lagi gagu.
Sampai bicaraku lancar tanpa harus fokus pada jantung yang dengan cepat
berdebar. Aku tidak akan mengatakan kata-kata yang diucapkan kebanyakan
orang. Pasaran. Bualan. Jadi biarkan aku berkreasi sambil membaca
situasi, dan selama itu, silahkan kamu menunggu.
Kamu selalu bertanya dalam hati: ‘Sampai kapan?’
Sampai kamu mengerti.
Mengerti bahwa matahari tiada pernah membenci bumi, ia hanya tidak ingin menyakiti. Kata yang satu tidak pernah membenci kata yang lain, mereka hanya ingin ada jeda, supaya mereka punya makna. Pucuk pohon tak pernah membenci akar, mereka hanya ingin bersinergi untuk menjadi berdaya.
Jarak dicipta, tiada lain agar ia punya makna. Maka stop. Berhentilah di sana.
Adanya rasa bukan untuk diterka, jadi biarlah ia tetap indah sebagai sesuatu yang tidak disangka. Suka tidak suka.
Untuk kamu yang percaya bahwa jarak dicipta agar rindu tetap hidup tanpa pernah redup
Credit by : azharologia
ABOUT THE AUTHOR
Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible



0 komentar:
Posting Komentar